Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin sengit, menemukan target market baru tanpa meninggalkan core produk yang sudah terbukti menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para business owner.

    Strategi ini adalah tentang memperdalam hubungan dengan segmen audiens baru yang belum terjangkau.

    Mengapa Strategi Ini Penting?

    Banyak brand F&B terjebak dalam zona nyaman dengan pelanggan setia mereka. Padahal, ada tiga alasan utama mengapa ekspansi target market dengan produk inti adalah langkah strategis:

    1. Optimasi Aset Existing: Core produk yang sudah dikembangkan sejak awal memiliki nilai dan keunggulan tersendiri

    2. Efisiensi Biaya: Mengurangi investasi R&D karena fokus pada market penetration bukan product development

    3. Brand Recognition: Identitas brand yang semakin diperluas dengan segmen market baru

    Studi Kasus Brand yang Melakukan Ekspansi Target Market 

    Strategi ekspansi pasar ini telah sukses diterapkan oleh berbagai brand F&B ternama di Indonesia. Dengan mempertahankan reputasi produk utama, mereka berhasil menjangkau segmen pasar yang sangat berbeda melalui sub-brand:

    1. Kopi Kenangan:

    Awalnya terkenal sebagai penyedia kopi susu kekinian yang terjangkau (*mass market*). Mereka kemudian berekspansi ke berbagai kelas pasar:

    Kopi Kenangan Heritage: Menyasar segmen premium dan pencinta kopi spesial (*specialty coffee*) dengan pengalaman gerai mewah, peralatan bar kelas atas, dan barista terlatih.

    Kopi Kenangan Hanya Untukmu: Lini produk FMCG berupa kopi siap minum (RTD) dalam kemasan botol di minimarket untuk menyasar segmen pasar massal yang menginginkan kepraktisan instan (*convenience market*).

    2. Chatime

    Brand teh seduh (*brewed tea*) di bawah naungan F&B ID ini sangat populer dengan gerai kasual dan puluhan variasi menu untuk segmen remaja dan keluarga muda kelas menengah.

    Chatime Atealier: Dihadirkan sebagai versi premium yang menawarkan pengalaman *affordable luxury*. Konsep gerainya elegan dengan nuansa hitam-emas, menyajikan menu teh premium menggunakan mesin seduh nitro khusus, menyasar segmen urban profesional kelas atas.

    3. Sour Sally Group

    Grup F&B ini merupakan contoh luar biasa bagaimana membangun *sister brand* dengan produk dasar yang mirip (olahan susu/minuman manis) namun membidik target pasar dengan sensitivitas harga dan profil demografis yang sangat berbeda:

    Sour Sally: Memposisikan diri sebagai produk *premium frozen yogurt* yang sehat, dipasarkan di mal kelas atas (*high-end malls*), dengan harga premium yang menyasar konsumen urban kelas menengah ke atas yang peduli kesehatan (*wellness & lifestyle segment*).

    Gulu Gulu: Hadir sebagai *sister brand* yang menawarkan minuman *cheese tea* khas Taiwan yang kasual, berlokasi di kios-kios taktis, dengan harga yang jauh lebih bersahabat demi merangkul segmen remaja, mahasiswa, dan *mass market*.

    Langkah-Langkah Strategi Ekspansi Target Market Baru

    1. Identifikasi Segmen Pasar Potensial

    Analisis Data Internal
    – Lakukan audit pelanggan saat ini: demografi, perilaku (behavior), dan pola pembelian (purchasing pattern)
    – Identifikasi celah pasar yang belum terlayani oleh kompetitor
    – Gunakan data transaksi untuk menemukan pola pembelian yang bisa disegmentasi lebih jauh

    Research Eksternal
    – Pantau tren makanan minuman yang sedang naik daun
    – Analisis kompetitor: siapa yang sudah menjangkau segmen ini? Bagaimana strateginya?
    – Studi kasus sukses dari brand lain di industri serupa

    2. Adaptasi Produk Tanpa Mengubah DNA

    Packaging & Presentation
    – Ubah cara menyajikan produk inti sesuai karakter target market baru
    – Pertimbangkan faktor estetika dan visual appeal yang sesuai
    – Contoh: Menu signature dish untuk segmen korporat dengan presentasi lebih formal

    Pricing Strategy
    – Develop tiered pricing untuk berbagai segmen
    – Bundle options yang menarik untuk target market baru
    – Loyalty program yang disesuaikan dengan behavior segmen baru

    Service Experience
    – Customized service journey sesuai ekspektasi target market
    – Training staff untuk memahami karakteristik segmen baru
    – Touchpoint optimization di seluruh customer journey

    3. Channel & Platform Optimization

    Digital Presence
    – Optimasi website dan social media untuk menyapa segmen baru
    – Content strategy yang relevan dengan interest segmen target
    – Partnership dengan influencer yang tepat untuk segmen ini

    Offline Channels
    – Lokasi outlet yang strategis untuk menjangkau segmen baru
    – Event participation yang relevan dengan target market
    – Collaboration dengan brand komplementer

    4. Marketing Communication yang Presisi

    Messaging Strategy
    – Develop value proposition yang spesifik untuk setiap segmen
    – Storytelling yang menghubungkan produk inti dengan kebutuhan segmen baru
    – Visual identity adaptation tanpa mengabaikan brand core

    Campaign Execution
    – Test campaign dengan budget kecil dulu
    – Measure dan iterate berdasarkan feedback
    – Scale up strategi yang terbukti efektif

    Risiko & Mitigasi

    Risiko Utama:

    • Dilusi brand identity jika terlalu banyak adaptasi
    • Kehilangan pelanggan setia karena perubahan yang terlalu drastis
    • Budget overruns dari eksekusi yang tidak terencana


    Mitigasi:

    • Menjaga nilai-nilai inti brand (*core brand values*) di semua adaptasi
    • Communication yang jelas kepada pelanggan lama
    • Phased implementation dengan KPI yang jelas

    Timeline Eksekusi

    Bulan 1-2: Research & Planning

    • Deep market research
    • Strategy development
    • Product development
    • Budget allocation
    • Tim yang terlibat: Marketing, R&D, Finance, Operations

    Bulan 3-4: Pilot Program

    • Launch campaign kecil
    • Kumpulkan feedback customer
    • Quick iteration
    • Lokasi pilot: 1 outlet saja untuk kontrol

    Bulan 5-6: Full Implementation

    • Scale up yang terukur
    • Optimize berdasarkan learnings
    • Monitor KPI closely
    • Training tim untuk standarisasi

    infografis checklist project untuk strategi ekspansi pasar dengan sub-brand

    Kami juga membuat template Projek Timeline sederhana beserta dengan checklist pekerjaan, dari perencanaan hingga launching pembukaan. Kamu bisa download templatenya disini.

    Terapkan Langkah-langkah yang Komprehensif 

    Meski rencana dan timeline projek sudah disusun, tapi eksekusi juga perlu dilakukan secara komprehensif. Libatkan semua anggota yang perlu terlibat, mulai dari task yang rumit dan panjang terlebih dahulu.

    Membuat sub-brand baru dengan target market baru, bukan tugas yang mudah karena brand kembali masuk ke tahap pengenalan. Jadi sangat penting perencanaan dan eksekusi dilakukan dengan teliti.

    Jika kamu merasa kesulitan, jangan khawatir ada Jalan Keluar Konsultan yang siap mendampingi perjalanan brand baru kamu untuk mendapatkan target market yang baru.

    Segera konsultasikan kebutuhan kamu bersama kami.

    Elmer Fernaldi

    Elmer Hafiizh adalah seorang profesional 5+ tahun di bidang Digital Marketing. Keahlian khususnya adalah sebagai seorang SEO Specialist dan Content Writer terkait bidang properti, kuliner, serta rumah tangga.Tim ahli dari Jalan Keluar Konsultan yang berfokus pada pengembangan dan optimalisasi bisnis F&B di Indonesia.